Apa Saja Biaya Tersembunyi Saat Membuka Praktik Mandiri ?

Halo, Dok. Kami sering menemui mitra yang begitu bersemangat saat menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk praktik mandiri. Biasanya, fokus utama langsung tertuju pada biaya renovasi interior yang estetik, kursi tunggu yang nyaman, atau alat medis canggih terbaru. Namun, begitu operasional berjalan beberapa bulan, barulah muncul tagihan-tagihan yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Lalu, apa saja biaya tersembunyi praktik mandiri? ini adalah langkah krusial agar aliran kas (cash flow) Dokter tetap sehat dan tidak terganggu oleh pengeluaran yang mendadak. Jangan sampai Dokter sudah kehabisan modal hanya untuk urusan "fasad", sementara biaya kepatuhan hukum dan teknis justru terlupakan.

Salah satu komponen yang paling sering terabaikan dalam investasi praktik dokter adalah biaya perizinan lingkungan dan pajak daerah. Tahukah Dokter bahwa memasang plang nama dokter di depan gedung praktiknya dikenakan Pajak Reklame setiap tahun? Besaran pajak ini berbeda di setiap daerah dan tergantung pada ukuran serta jenis lampu plang tersebut. Selain itu, pengurusan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) atau UKL-UPL juga memerlukan biaya administrasi dan konsultan jika Dokter ingin prosesnya berjalan lancar. Belum lagi urusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB/PBG) yang fungsinya harus sesuai dengan peruntukan fasyankes. Jika Dokter menyewa ruko, pastikan izin bangunannya sudah sesuai agar tidak muncul biaya denda atau pengurusan ulang yang mahal di kemudian hari.

Selanjutnya, mari bicara soal biaya operasional klinik atau praktik mandiri terkait limbah medis. Di tahun 2026 ini, regulasi mengenai pembuangan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) semakin ketat. Dokter tidak boleh membuang jarum suntik atau kapas bekas darah ke tempat sampah domestik. Dokter wajib bekerja sama dengan vendor transporter dan pengolah limbah medis yang berizin. Biaya ini biasanya terdiri dari biaya administrasi bulanan tetap ditambah biaya per kilogram limbah yang diangkut. Jangan lupa, Dokter juga harus menyediakan area penyimpanan sementara (TPS Limbah B3) yang memenuhi standar, lengkap dengan cold storage jika volume limbahnya besar. Mengabaikan hal ini bukan hanya soal etika, tapi bisa berujung pada sanksi pidana lingkungan yang sangat berat.

Hal "kecil" lain yang sering terlupakan namun wajib hukumnya adalah biaya kalibrasi alat kesehatan. Sesuai standar akreditasi dan keamanan pasien, setiap alat ukur medis—mulai dari tensimeter, timbangan digital, hingga USG—wajib dikalibrasi setiap satu tahun sekali oleh laboratorium yang tersertifikasi. Biaya kalibrasi ini dihitung per alat. Jika Dokter memiliki 10 jenis alat medis, bayangkan biaya tahunan yang harus disisihkan. Selain itu, ada biaya berlangganan sistem Rekam Medis Elektronik (RME). Di era digital ini, RME yang terintegrasi dengan SATUSEHAT biasanya menerapkan sistem langganan bulanan atau tahunan (SaaS). Biaya ini harus masuk dalam biaya tetap bulanan Dokter agar sistem pelayanan tidak terhenti karena tunggakan langganan.

Terakhir, kami ingin mengingatkan tentang biaya pemeliharaan infrastruktur dan dana darurat. Praktik mandiri adalah sebuah bisnis, dan gedung serta peralatan di dalamnya pasti mengalami penyusutan (depreciation). Kerusakan mendadak pada dental unit, AC ruang tunggu yang mati, atau kebocoran atap saat musim hujan memerlukan biaya perbaikan yang sering kali tidak sedikit. Kami menyarankan Dokter menyisihkan setidaknya 5-10% dari omzet bulanan sebagai sinking fund (dana cadangan) untuk menutupi biaya-biaya ini. Dengan perencanaan yang matang, Dokter tidak akan merasa kaget saat tagihan pajak reklame atau biaya sertifikasi datang di bulan yang sama.

Sebagai penutup, menjadi dokter praktik mandiri memang memerlukan ketelitian ekstra dalam mengelola keuangan. Kami berharap dengan membongkar daftar biaya tersembunyi praktik mandiri ini, Dokter bisa menyusun strategi keuangan yang lebih solid sejak awal. Jangan hanya fokus pada apa yang terlihat oleh pasien di ruang tunggu, tetapi perhatikan juga aspek kepatuhan dan teknis di balik layar. Dengan transparansi anggaran, praktik Dokter tidak hanya akan berkembang secara klinis, tetapi juga berkelanjutan secara finansial. Ingat Dok, manajemen yang baik adalah fondasi bagi pelayanan pasien yang tenang dan berkualitas.

Tag