Apa Saja Target dan Program Kesehatan Prioritas di Renstra Kemenkes 2025-2029?
- Madtive Studio
- Kamis, 16 Oktober 2025
Halo Dok! Setelah kita membedah pilar-pilar transformasi, arah kebijakan, hingga kerangka regulasi dalam Rencana Strategis (Renstra) Kemenkes 2025-2029, kini saatnya kita membahas muaranya. Untuk apa semua perubahan sistem itu dilakukan? Jawabannya terletak pada target dan program kesehatan prioritas yang menjadi fokus utama pemerintah selama lima tahun ke depan.
PMK No. 12 Tahun 2025 ini tidak hanya berbicara tentang sistem, tetapi juga tentang hasil nyata yang ingin dicapai dalam menanggulangi beban penyakit terbesar di Indonesia. Bagi kita di lapangan, memahami prioritas ini akan sangat membantu dalam menyelaraskan arah layanan di klinik.
Prioritas #1: Akselerasi Penurunan Stunting & Kesehatan Ibu-Anak
Masalah stunting masih menjadi prioritas utama nasional. Renstra terbaru ini menargetkan akselerasi atau percepatan untuk mencapai target prevalensi yang lebih ambisius.
- Target: Menurunkan prevalensi stunting hingga di bawah 10% dan menekan Angka Kematian Ibu (AKI) serta Angka Kematian Bayi (AKB) secara signifikan pada tahun 2029.
- Program & Strategi: Pendekatannya akan semakin terintegrasi. Fokusnya adalah intervensi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari skrining anemia pada ibu hamil, pemantauan gizi, hingga edukasi. Peran Posyandu dan Puskesmas akan diperkuat, dengan pemanfaatan data digital melalui SATUSEHAT untuk memantau tumbuh kembang setiap anak secara real-time.
- Implikasi untuk Dokter: Peran Dokter di FKTP akan sangat sentral dalam skrining dan tata laksana awal kasus gizi buruk atau gagal tumbuh. Kinerja kita dalam program KIA akan menjadi salah satu indikator mutu layanan yang penting.
Prioritas #2: Eliminasi TBC dan Pengendalian Penyakit Menular
Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban Tuberkulosis (TBC) tertinggi di dunia. Renstra 2025-2029 menempatkan eliminasi TBC sebagai target yang harus dikejar secara agresif.
- Target: Mencapai target eliminasi TBC pada 2030, dengan penurunan angka insidensi dan kematian secara drastis pada 2029.
- Program & Strategi: Strategi utamanya adalah penemuan kasus secara aktif dan masif (active case finding) di komunitas. Selain itu, akan ada penguatan jejaring laboratorium dan pemanfaatan teknologi digital untuk memantau kepatuhan minum obat pasien (e-DOTS).
- Implikasi untuk Dokter: Kita akan didorong untuk lebih proaktif dalam melakukan skrining TBC pada pasien dengan gejala batuk lama. Pencatatan dan pelaporan kasus melalui sistem yang terintegrasi akan menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar.
Prioritas #3: Perang Melawan Penyakit Tidak Menular (PTM)
Ini adalah "pandemi senyap" yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia: penyakit jantung, stroke, diabetes, dan kanker. Renstra ini menempatkan pengendalian PTM sebagai jantung dari penguatan layanan primer.
- Target: Menurunkan angka kematian akibat PTM utama sebesar 15% pada tahun 2029.
- Program & Strategi: Strateginya bertumpu pada skrining faktor risiko PTM secara massal di FKTP bagi populasi usia produktif. Selain itu, program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) akan terus diperkuat. Kampanye GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) juga akan digalakkan sebagai ujung tombak promosi kesehatan.
- Implikasi untuk Dokter: Ini akan menjadi bagian terbesar dari pekerjaan kita sehari-hari di FKTP. Keberhasilan klinik dalam melakukan skrining dan mengelola peserta Prolanis akan sangat memengaruhi skor Kinerja Berbasis Kapitasi (KBK).
Prioritas #4: Perluasan dan Penguatan Program Imunisasi Nasional
Menjaga kekebalan komunitas melalui imunisasi tetap menjadi fondasi kesehatan masyarakat.
- Target: Mencapai dan mempertahankan cakupan imunisasi dasar lengkap di atas 95% secara merata di seluruh wilayah, serta mulai mengintegrasikan vaksin-vaksin baru (seperti HPV atau PCV) secara lebih luas.
- Program & Strategi: Pemanfaatan SATUSEHAT Mobile akan dimaksimalkan untuk menciptakan "rekam jejak imunisasi digital" bagi setiap individu. Program "kejar imunisasi" atau catch-up immunization bagi anak yang tertinggal jadwalnya akan menjadi fokus.
- Implikasi untuk Dokter: Pencatatan setiap tindakan imunisasi secara akurat dan real-time ke dalam sistem digital menjadi sebuah keharusan.
Melihat daftar ini, Dok, arahnya sangat jelas. Pemerintah, melalui [tautan mencurigakan telah dihapus], sedang mengerahkan semua sumber daya untuk fokus pada masalah-masalah kesehatan terbesar bangsa. Keberhasilan target dan program kesehatan prioritas ini sangat bergantung pada peran kita semua di garda terdepan.
Tag
Manajemen