Cara Menulis SOAP Rekam Medis Elektronik
- Madtive Studio
- Rabu, 23 September 2026
SOAP rekam medis membantu tenaga kesehatan menyusun informasi kunjungan menjadi empat bagian: Subjective, Objective, Assessment, dan Plan. Struktur ini membuat keluhan, temuan, penilaian, serta rencana lebih mudah dibaca kembali oleh tenaga kesehatan yang melanjutkan pelayanan.
Artikel ini membahas cara menulis SOAP pada rekam medis elektronik secara ringkas dan jelas. Contoh yang digunakan bersifat ilustratif, bukan panduan diagnosis atau pengganti pertimbangan klinis.
Apa Itu SOAP dalam Rekam Medis?
- S — Subjective: informasi yang disampaikan pasien atau sumber lain.
- O — Objective: hasil pengamatan, pemeriksaan, dan pengukuran.
- A — Assessment: penilaian klinis berdasarkan informasi yang tersedia.
- P — Plan: rencana pemeriksaan, terapi, edukasi, rujukan, dan tindak lanjut.
SOAP bukan satu-satunya model dokumentasi. Fasilitas dapat menggunakan struktur lain sesuai jenis layanan. Namun, pemisahan empat bagian ini membantu menghindari campuran antara keluhan pasien, temuan pemeriksa, dan keputusan klinis.
Manfaat SOAP pada Rekam Medis Elektronik
- Memudahkan tenaga kesehatan menemukan informasi penting.
- Mendukung kesinambungan pelayanan antarpetugas dan antarkunjungan.
- Mengurangi catatan yang berulang tetapi tidak informatif.
- Memudahkan pemeriksaan kelengkapan dokumentasi.
- Menghubungkan penilaian dengan rencana yang dapat ditindaklanjuti.
Struktur SOAP sebaiknya berada dalam format RME rawat jalan yang menghubungkan diagnosis, resep, tindakan, hasil penunjang, dan autentikasi.
Cara Menulis Subjective
Bagian Subjective mencatat informasi dari pasien, keluarga, atau sumber lain. Tulis keluhan utama dan riwayat yang relevan dengan bahasa yang jelas. Bila menggunakan kutipan langsung untuk pernyataan penting, tandai bahwa kalimat tersebut berasal dari pasien.
Elemen yang sering dicatat meliputi:
- Keluhan utama dan waktu mulai.
- Perjalanan keluhan, lokasi, sifat, durasi, pemicu, serta faktor pereda.
- Gejala penyerta yang relevan.
- Riwayat penyakit, obat, alergi, dan tindakan sebelumnya.
- Informasi sosial, keluarga, atau paparan yang relevan.
- Harapan atau kekhawatiran pasien bila berkaitan dengan pelayanan.
Hindari menulis hasil pemeriksaan fisik pada bagian Subjective. Bedakan juga informasi dari pasien dengan informasi dari keluarga atau dokumen rujukan.
Cara Menulis Objective
Bagian Objective berisi data yang diamati atau diukur. Pastikan angka memiliki satuan dan konteks. Jika pemeriksaan tidak dilakukan, jangan mengisi hasil normal secara otomatis.
- Tanda vital dan pengukuran antropometri.
- Temuan pemeriksaan fisik yang relevan.
- Hasil laboratorium atau pemeriksaan penunjang.
- Skor klinis yang digunakan beserta waktu penilaian.
- Observasi terhadap respons atau kondisi pasien.
Pada RME, data seperti tekanan darah, suhu, dan berat badan idealnya disimpan pada kolom terstruktur agar dapat ditampilkan sebagai tren. Narasi digunakan untuk menjelaskan konteks yang tidak tertangkap oleh angka.
Cara Menulis Assessment
Assessment merupakan penilaian tenaga kesehatan berdasarkan data Subjective dan Objective. Bagian ini bukan sekadar menyalin kode diagnosis. Tuliskan masalah yang sedang dinilai, hubungan dengan temuan, status perkembangan, dan pertimbangan lain yang relevan sesuai kewenangan.
- Diagnosis atau masalah utama.
- Masalah tambahan yang memengaruhi pelayanan.
- Status masalah: baru, membaik, menetap, atau memburuk bila relevan.
- Diagnosis banding atau ketidakpastian yang perlu ditindaklanjuti.
- Respons terhadap terapi pada kunjungan lanjutan.
Jika sistem menyediakan pencarian ICD-10, pilih kode setelah penilaian ditulis dengan jelas. Kode membantu standardisasi, tetapi tidak menggantikan dokumentasi klinis.
Cara Menulis Plan
Plan harus menunjukkan apa yang akan dilakukan setelah assessment. Buat rencana yang spesifik dan dapat ditelusuri.
- Pemeriksaan lanjutan yang diminta.
- Terapi, resep, tindakan, atau perubahan terapi.
- Edukasi dan persetujuan yang relevan.
- Rujukan, konsultasi, atau kolaborasi.
- Waktu kontrol dan parameter yang perlu dipantau.
- Tanda bahaya serta instruksi kapan pasien perlu mencari pertolongan.
Pada RME yang terintegrasi, item Plan dapat menghasilkan permintaan laboratorium, resep elektronik, surat rujukan, atau jadwal kontrol tanpa input ulang.
Contoh SOAP Rekam Medis Elektronik
Contoh berikut fiktif dan disederhanakan hanya untuk menunjukkan struktur dokumentasi.
Subjective
Pasien datang dengan keluhan batuk sejak tiga hari. Keluhan disertai rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Pasien menyampaikan tidak ada sesak. Riwayat alergi obat disangkal berdasarkan informasi pasien.
Objective
Kondisi umum tampak stabil. Tanda vital dicatat pada kolom terstruktur. Temuan pemeriksaan yang relevan dituliskan secara spesifik, termasuk temuan positif dan negatif yang mendukung penilaian.
Assessment
Masalah utama dicatat berdasarkan hasil anamnesis dan pemeriksaan. Bila diagnosis belum pasti, tuliskan statusnya serta hal yang masih perlu dievaluasi.
Plan
Rencana pemeriksaan atau terapi dicatat melalui menu terkait. Edukasi, rencana kontrol, dan tanda bahaya dijelaskan kepada pasien serta didokumentasikan.
Contoh SOAP untuk Kunjungan Ulang
Pada kunjungan ulang, catatan sebaiknya menunjukkan perubahan sejak kunjungan sebelumnya.
- S: gejala membaik, menetap, atau bertambah; kepatuhan; efek yang dirasakan.
- O: perubahan tanda vital, pemeriksaan, atau hasil penunjang.
- A: respons terhadap rencana sebelumnya dan status setiap masalah.
- P: melanjutkan, menghentikan, atau mengubah rencana beserta alasan.
Hindari menyalin seluruh catatan sebelumnya. Bawa data yang masih relevan, lalu perbarui sesuai kondisi pada waktu kunjungan.
Kesalahan Umum Saat Menulis SOAP
- Menempatkan keluhan pasien sebagai temuan objektif.
- Menyalin template normal tanpa melakukan pemeriksaan.
- Menulis assessment yang tidak didukung data.
- Mencantumkan rencana tanpa waktu tindak lanjut.
- Menggunakan singkatan yang tidak disepakati fasilitas.
- Mengisi catatan dengan teks panjang tetapi informasi penting sulit ditemukan.
- Menyalin catatan lama tanpa memverifikasi perubahan.
- Membagikan akun sehingga penulis catatan tidak dapat diidentifikasi.
Tips Membuat Template SOAP di RME
- Buat template berdasarkan jenis layanan, bukan satu template untuk semua kasus.
- Pisahkan data terstruktur dan narasi.
- Tampilkan alergi, masalah aktif, dan obat penting pada area yang mudah terlihat.
- Gunakan pilihan cepat untuk data berulang, tetapi sediakan ruang untuk konteks.
- Hindari nilai default yang dapat dianggap sebagai hasil pemeriksaan.
- Uji template bersama dokter, perawat, rekam medis, dan unit terkait.
- Evaluasi bagian yang sering dikosongkan atau diisi dengan teks tidak bermakna.
Checklist Sebelum Menyelesaikan Catatan SOAP
- Keluhan utama dan perubahan kondisi sudah jelas.
- Data penting mempunyai sumber, nilai, satuan, dan waktu yang tepat.
- Assessment selaras dengan informasi yang dicatat.
- Setiap masalah penting mempunyai rencana.
- Resep, tindakan, rujukan, dan pemeriksaan penunjang sudah terhubung.
- Edukasi dan tindak lanjut terdokumentasi.
- Catatan menggunakan akun pribadi dan siap diautentikasi.
SOAP, SOP, dan Alur Pelayanan
Template SOAP hanya satu bagian dari sistem dokumentasi. Fasilitas tetap membutuhkan SOP rekam medis elektronik yang mengatur identitas, kewenangan, koreksi, integrasi, serta downtime. Template juga perlu mengikuti alur RME rawat jalan agar tidak menambah langkah yang tidak perlu.
Untuk konteks regulasi penyelenggaraan rekam medis, fasilitas dapat merujuk Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 dan kebijakan internal yang berlaku.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah semua catatan harus panjang?
Tidak. Catatan perlu cukup untuk menjelaskan kondisi, penilaian, keputusan, dan tindak lanjut. Ringkas tidak berarti menghilangkan informasi penting.
Apakah template SOAP boleh digunakan berulang?
Boleh sebagai kerangka, tetapi setiap isinya harus diverifikasi dan disesuaikan dengan pasien serta waktu pelayanan.
Siapa yang boleh mengisi SOAP?
Pengisian mengikuti kewenangan profesi, tugas, hak akses, dan kebijakan fasilitas. Sistem harus mencatat identitas pengguna yang melakukan dokumentasi.
Kesimpulan
SOAP yang baik memisahkan informasi pasien, temuan objektif, penilaian, dan rencana. Gunakan bahasa jelas, data terstruktur, serta template yang relevan. Yang terpenting, pastikan setiap catatan mencerminkan pelayanan yang benar-benar dilakukan dan dapat dilanjutkan oleh tim.
Ingin melihat pencatatan SOAP dalam alur RME terintegrasi? Tonton demo Medisy dan evaluasi apakah tampilannya sesuai kebutuhan tim klinis Anda.