Masa Depan SATUSEHAT dan Telemedisin, Bedah Target Digitalisasi dalam Renstra Kemenkes Terbaru
- Madtive Studio
- Kamis, 16 Oktober 2025
Halo Dok! Jika ada satu pilar dalam Rencana Strategis (Renstra) Kemenkes 2025-2029 yang menjadi mesin penggerak bagi semua pilar lainnya, itu adalah Transformasi Teknologi Kesehatan. Proses digitalisasi yang sudah kita rasakan percepatannya beberapa tahun terakhir ini ternyata baru permulaan. PMK No. 12 Tahun 2025 memberikan sinyal yang sangat jelas: digitalisasi bukan lagi proyek, melainkan DNA dari sistem kesehatan kita ke depan.
Dua "anak emas" dalam transformasi ini, SATUSEHAT dan Telemedisin, mendapatkan porsi perhatian yang sangat besar. Lantas, apa saja target spesifik Kemenkes untuk keduanya dalam lima tahun ke depan? Mari kita bedah bersama.
SATUSEHAT: Dari Integrasi Data Menuju Ekosistem Cerdas
Jika periode sebelumnya fokus pada "menghubungkan" semua faskes ke SATUSEHAT, maka Renstra 2025-2029 fokus pada "memanfaatkan" data yang sudah terhubung tersebut.
Target #1: Interoperabilitas Penuh dan Pemanfaatan Big Data Targetnya bukan lagi sekadar mengumpulkan data, tapi membuat data tersebut "berbicara". Kemenkes akan menggunakan mahadata (Big Data) yang terkumpul di SATUSEHAT untuk pengambilan kebijakan berbasis bukti. Contohnya, mendeteksi potensi wabah demam berdarah secara real-time berdasarkan lonjakan laporan diagnosis dari klinik-klinik di suatu daerah, atau menganalisis efektivitas sebuah program kesehatan nasional.
Target #2: Citizen Health Portal melalui SATUSEHAT Mobile Ini adalah langkah yang akan sangat dirasakan oleh masyarakat. Kemenkes menargetkan pengembangan penuh Portal Kesehatan Warga melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile. Nantinya, setiap warga negara bisa login dan melihat rangkuman riwayat kesehatan mereka secara terpadu—mulai dari riwayat imunisasi saat bayi, catatan berobat di berbagai klinik, hingga hasil lab dari berbagai provider. Ini akan memberdayakan pasien untuk lebih proaktif dalam menjaga kesehatan mereka.
Telemedisin: Dari Layanan Alternatif Menuju Standar Pelayanan
Telemedisin yang sebelumnya populer di sektor swasta, kini akan diintegrasikan secara penuh ke dalam sistem kesehatan nasional.
Target #1: Integrasi Penuh dengan JKN (BPJS Kesehatan) Ini adalah target yang paling ditunggu-tunggu, Dok. Renstra ini mengamanatkan dibuatnya skema pembiayaan layanan telemedisin melalui JKN. Artinya, konsultasi online dengan dokter FKTP atau bahkan spesialis tertentu nantinya bisa dijamin oleh BPJS Kesehatan. Tentu ini akan disertai dengan regulasi ketat mengenai jenis penyakit apa saja yang bisa ditangani, standar platform, dan alur klaimnya.
Target #2: Standarisasi dan Akreditasi Platform Telemedisin Untuk menjamin mutu dan keamanan, Kemenkes akan menetapkan standar dan proses akreditasi bagi platform-platform telemedisin. Platform yang ingin bekerja sama dengan JKN wajib memenuhi standar ini, yang mencakup keamanan data pasien, verifikasi STR/SIP dokter, serta pedoman praktik klinis untuk konsultasi jarak jauh.
Target #3: Perluasan Lingkup Layanan Telemedisin ke depan tidak hanya terbatas pada konsultasi umum. Renstra ini mendorong pengembangan tele-spesialistik (seperti tele-dermatologi & tele-psikiatri) dan remote patient monitoring untuk pasien penyakit kronis. Bayangkan, pasien diabetes di rumah bisa menggunakan alat yang terhubung internet untuk mengirim data gula darahnya langsung ke RME di klinik Dokter.
Apa Artinya Ini Semua untuk Klinik Dokter?
Melihat target-target ambisius ini, ada dua hal utama yang perlu klinik Dokter siapkan:
- Pilih Sistem RME yang "Future-Proof": Pastikan RME yang Dokter gunakan (seperti Medisy) tidak hanya terintegrasi SATUSEHAT, tapi juga memiliki komitmen untuk terus mengikuti perkembangannya. Kemampuan RME untuk mengelola data secara terstruktur akan menjadi sangat vital.
- Mulai Rancang Model Layanan Hibrida: Jangan lagi melihat layanan tatap muka dan online sebagai dua hal terpisah. Klinik yang sukses ke depan adalah yang mampu menggabungkan keduanya secara mulus. Mulailah merancang alur pelayanan telemedisin, melatih staf, dan mempersiapkan teknologi yang dibutuhkan.
Kesimpulannya, Dok, transformasi digital berlanjut dengan kecepatan penuh. SATUSEHAT akan berevolusi menjadi otak dari sistem kesehatan kita, sementara Telemedisin akan menjadi salah satu jalur arteri utamanya. Bagi kita di lapangan, ini adalah ajakan untuk berlari bersama, bukan lagi berjalan santai, menuju era pelayanan kesehatan yang benar-benar modern.
Tag
Manajemen